Rekonstruksi Kesejahteraan Psikologis Guru Madrasah melalui Integrasi Agentic Artificial Intelligence: Studi Fenomenologi tentang Pergeseran Mindset "Get to" vs "Got to" di Era Pendidikan 2026
DOI:
https://doi.org/10.52615/tijipi.v1i2.48Keywords:
Agentic AI, Kesejahteraan Guru, Mindset Shift Fenomenologi, Pendidikan 2026Abstract
Tingkat stres dan burnout di kalangan pendidik terus meningkat sebagai tantangan sistemik di era pasca-pandemi, menuntut solusi yang tidak hanya bersifat struktural tetapi juga psikologis. Kemunculan Agentic Artificial Intelligence (AAI) pada tahun 2026 membuka peluang baru dalam mengotomatisasi pekerjaan administratif sekaligus mentransformasi pengalaman mengajar secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi bagaimana integrasi AAI memfasilitasi pergeseran pola pikir guru dari orientasi "harus melakukan" (got to) menuju "berkesempatan melakukan" (get to), yang dianalisis melalui lensa Self-Determination Theory (SDT) dan Model Job Demands-Resources (JD-R). Dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 15 guru di Probolinggo, Jawa Timur, Indonesia yang telah mengintegrasikan agen AAI dalam praktik pembelajaran di kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendelegasian tugas rutin kepada asisten otonom tidak hanya mengurangi beban kognitif, tetapi juga merekonstruksi otonomi profesional guru sejalan dengan prinsip kompetensi dan otonomi dalam SDT serta memperkuat kualitas relasi guru-murid sebagai sumber daya personal dalam kerangka JD-R. Pergeseran mindset ini menjadi katalisator utama bagi pemulihan kebahagiaan mengajar (reclaiming joy of teaching). Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis pada literatur kesejahteraan guru di era digital sekaligus menawarkan implikasi praktis bagi pengambil kebijakan dalam merancang ekosistem pendidikan berbasis AI yang etis dan manusiawi.
